Biaya as built drawing bergantung pada luas bangunan, jumlah lantai, kompleksitas bangunan, jenis gambar yang dibutuhkan, serta apakah sudah tersedia gambar lama atau belum. Semakin besar dan kompleks bangunan, semakin detail proses survei dan penyusunan gambar yang diperlukan.
As built drawing penting karena menjadi dokumen teknis yang menggambarkan kondisi aktual bangunan di lapangan. Dokumen ini biasanya dibutuhkan untuk pengurusan SLF, PBG, renovasi, audit teknis, hingga arsip bangunan perusahaan.
Apa Itu As Built Drawing?
As built drawing adalah gambar teknis yang menggambarkan kondisi bangunan sebagaimana terbangun di lapangan. Gambar ini berbeda dengan gambar perencanaan awal, karena as built drawing dibuat berdasarkan hasil pengukuran, pengecekan, dan penyesuaian terhadap kondisi aktual bangunan.
Misalnya, dalam gambar rencana awal posisi ruang, jalur instalasi, ukuran struktur, atau area tertentu bisa saja berubah saat proses pembangunan. Perubahan tersebut perlu terdokumentasi dengan baik agar pemilik bangunan memiliki data teknis yang akurat.
As built drawing biasanya mencakup beberapa jenis gambar, seperti:
- Denah bangunan aktual
- Tampak bangunan
- Potongan bangunan
- Gambar struktur
- Gambar mekanikal, elektrikal, dan plumbing
- Layout area, akses, dan elemen pendukung lainnya
Dokumen ini sangat penting, terutama untuk bangunan komersial, gedung perkantoran, pabrik, ruko, rumah sakit, sekolah, apartemen, gudang, hingga fasilitas publik.
Kenapa As Built Drawing Penting?
As built drawing bukan sekadar gambar pelengkap. Dokumen ini menjadi acuan teknis untuk mengetahui kondisi bangunan secara nyata. Dengan gambar yang lengkap dan sesuai kondisi lapangan, proses pemeriksaan, perawatan, renovasi, hingga pengurusan perizinan bisa berjalan lebih mudah.
Dalam konteks bangunan gedung, PP No. 16 Tahun 2021 menjadi salah satu aturan penting yang mengatur penyelenggaraan bangunan gedung di Indonesia. Karena itu, dokumen teknis bangunan perlu disiapkan dengan rapi agar proses administrasi dan pemeriksaan tidak terhambat.
Beberapa fungsi as built drawing antara lain:
- Sebagai dokumen teknis bangunan
Pemilik bangunan memiliki arsip lengkap mengenai kondisi aktual bangunan. - Mendukung pengurusan SLF atau PBG
Dalam banyak kasus, gambar teknis aktual dibutuhkan untuk proses pemeriksaan dan verifikasi bangunan. - Mempermudah renovasi atau pengembangan bangunan
Tim teknis bisa melihat kondisi bangunan sebelum melakukan pekerjaan tambahan. - Membantu proses maintenance
Jalur instalasi, struktur, dan ruang bangunan lebih mudah dipahami saat perbaikan. - Mengurangi risiko kesalahan teknis
Data bangunan yang akurat membantu mencegah kekeliruan saat renovasi atau audit.
Berapa Biaya As Built Drawing?
Biaya as built drawing umumnya tidak bisa disamakan untuk semua bangunan. Setiap bangunan memiliki kondisi, luas, dan tingkat kesulitan yang berbeda. Bangunan sederhana tentu memiliki biaya yang berbeda dengan gedung bertingkat, pabrik, gudang, atau fasilitas komersial yang memiliki instalasi teknis lebih kompleks.
Secara umum, biaya pembuatan as built drawing dapat dihitung berdasarkan luas bangunan, jumlah gambar yang dibutuhkan, tingkat detail, dan kebutuhan survei lapangan.
Untuk bangunan kecil atau sederhana, biaya biasanya lebih terjangkau karena area pengukuran dan jumlah gambar tidak terlalu banyak. Sedangkan untuk bangunan besar, bertingkat, atau memiliki sistem MEP yang kompleks, biaya bisa lebih tinggi karena membutuhkan waktu survei, pengolahan data, dan penyusunan gambar teknis yang lebih detail.
Faktor yang Memengaruhi Biaya As Built Drawing
1. Luas Bangunan
Semakin luas bangunan, semakin banyak area yang perlu diukur dan digambar ulang. Bangunan dengan luas ratusan hingga ribuan meter persegi tentu membutuhkan waktu pengerjaan lebih panjang dibandingkan bangunan kecil.
2. Jumlah Lantai
Bangunan bertingkat membutuhkan gambar denah per lantai, potongan, tampak, hingga detail struktur yang lebih banyak. Hal ini membuat biaya as built drawing ikut menyesuaikan.
3. Kompleksitas Bangunan
Bangunan dengan banyak ruang, perubahan layout, area produksi, ruang mesin, basement, rooftop, atau jalur utilitas yang rumit biasanya membutuhkan pemeriksaan lebih detail.
4. Jenis Gambar yang Dibutuhkan
Tidak semua klien hanya membutuhkan gambar arsitektur. Ada juga yang membutuhkan gambar struktur, MEP, plumbing, fire protection, atau gambar teknis tambahan lainnya. Semakin lengkap kebutuhan gambar, semakin besar ruang lingkup pekerjaan.
5. Kondisi Data Awal
Jika pemilik bangunan sudah memiliki gambar lama, proses pembuatan as built drawing bisa lebih cepat karena tim hanya perlu melakukan pengecekan dan penyesuaian. Namun jika tidak ada gambar sama sekali, prosesnya perlu dimulai dari survei penuh.
6. Lokasi Bangunan
Lokasi juga bisa memengaruhi biaya, terutama jika bangunan berada di luar kota atau membutuhkan beberapa kali kunjungan survei lapangan.
Proses Jasa Pembuatan Gambar As Built Drawing
Menggunakan jasa pembuatan gambar as built drawing akan membantu pemilik bangunan mendapatkan dokumen yang lebih rapi, terukur, dan sesuai kebutuhan teknis. Umumnya proses pengerjaan dilakukan melalui beberapa tahap berikut:
1. Konsultasi Kebutuhan
Tahap pertama adalah memahami kebutuhan klien. Apakah as built drawing digunakan untuk SLF, PBG, renovasi, audit bangunan, atau arsip internal perusahaan.
2. Pemeriksaan Dokumen Awal
Jika tersedia, tim akan memeriksa gambar lama, dokumen bangunan, atau data teknis yang sudah dimiliki pemilik bangunan.
3. Survei Lapangan
Tim melakukan pengukuran dan pengecekan kondisi aktual bangunan. Tahap ini penting agar gambar yang dibuat sesuai dengan kondisi nyata di lokasi.
4. Penyusunan Gambar Teknis
Data hasil survei kemudian diolah menjadi gambar teknis, seperti denah, tampak, potongan, dan gambar pendukung lainnya sesuai kebutuhan.
5. Review dan Revisi
Klien dapat melakukan pengecekan hasil gambar. Jika ada penyesuaian, revisi dilakukan agar dokumen lebih akurat.
6. Finalisasi Dokumen
Setelah selesai, gambar as built drawing diserahkan dalam format yang disepakati, seperti PDF, DWG, atau format lain sesuai kebutuhan.
Kapan Harus Membuat As Built Drawing?
Anda sebaiknya mulai menyiapkan as built drawing ketika:
- Bangunan sudah selesai dibangun
- Bangunan lama belum memiliki gambar teknis
- Ada perubahan dari gambar rencana awal
- Ingin mengurus SLF atau PBG
- Akan melakukan renovasi besar
- Membutuhkan audit teknis bangunan
- Ingin memiliki dokumen bangunan yang lebih rapi dan lengkap
Semakin cepat dokumen ini disiapkan, semakin mudah proses administrasi dan pemeriksaan teknis bangunan di kemudian hari.
Jasa Pembuatan Gambar As Built Drawing
Bagi Anda yang membutuhkan jasa pembuatan gambar as built drawing, Serasy siap membantu mulai dari konsultasi kebutuhan, survei lapangan, penyusunan gambar teknis, hingga finalisasi dokumen.
Layanan kami cocok untuk pemilik bangunan, perusahaan, pengembang, pengelola gedung, kontraktor, hingga instansi yang membutuhkan dokumen teknis bangunan secara profesional.
Dengan tim yang memahami kebutuhan dokumen bangunan, proses pembuatan as built drawing dapat dilakukan lebih terarah, rapi, dan sesuai dengan kebutuhan administrasi maupun teknis.
WhatsApp kami: +62822656633
FAQ Seputar Biaya As Built Drawing
1. Apakah as built drawing harus dibuat oleh tenaga profesional?
Ya, sebaiknya as built drawing dibuat oleh tenaga profesional yang memahami gambar teknis bangunan. Hal ini penting agar hasil gambar sesuai kondisi aktual di lapangan dan dapat digunakan untuk kebutuhan administrasi, perizinan, audit, maupun renovasi bangunan.
2. Apakah biaya as built drawing sudah termasuk survei lokasi?
Tergantung dari penyedia jasa dan ruang lingkup pekerjaan yang disepakati. Pada umumnya, biaya as built drawing dapat mencakup survei lokasi, pengukuran bangunan, penyusunan gambar teknis, hingga revisi. Namun untuk lokasi di luar kota atau bangunan yang sangat kompleks, biasanya ada biaya tambahan untuk kunjungan lapangan.
3. Berapa lama proses pembuatan as built drawing?
Lama pengerjaan as built drawing bergantung pada luas bangunan, jumlah lantai, kelengkapan data awal, dan tingkat kerumitan bangunan. Bangunan sederhana bisa selesai lebih cepat, sedangkan gedung besar, pabrik, gudang, atau bangunan dengan sistem MEP kompleks membutuhkan waktu lebih lama karena proses survei dan penggambarannya lebih detail.
4. Apakah bangunan lama yang tidak punya gambar masih bisa dibuatkan as built drawing?
Bisa. Justru banyak bangunan lama membutuhkan as built drawing karena tidak memiliki dokumen teknis yang lengkap. Tim akan melakukan survei dan pengukuran langsung di lapangan untuk membuat ulang gambar sesuai kondisi aktual bangunan.
5. Format file apa saja yang biasanya diberikan setelah as built drawing selesai?
Hasil as built drawing biasanya dapat diberikan dalam format PDF untuk kebutuhan dokumen dan presentasi, serta DWG jika diperlukan untuk kebutuhan teknis lanjutan. Format akhir bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemilik bangunan, konsultan, kontraktor, atau instansi terkait.